Dunia sedang menyaksikan pergeseran besar dalam cara bisnis dijalankan. Jika abad ke-20 didominasi oleh pengejaran keuntungan tanpa batas (profit maximization), abad ke-21 menuntut model yang lebih humanis, etis, dan berkelanjutan. Di tengah arus perubahan ini, Program Studi Manajemen Bisnis Islam (MENBIS SEUISI) muncul sebagai disiplin ilmu yang menjanjikan, menawarkan integrasi unik antara profesionalisme manajerial dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Bagi Generasi Z (Gen Z), yang lahir di era disrupsi digital dan krisis iklim, MENBIS SEUISI bukan sekadar pilihan jurusan, melainkan sebuah manifesto untuk mengubah dunia melalui jalur ekonomi.
Paradigma Baru: Bisnis yang Melampaui Angka
Urgensi Manajemen Bisnis Islam berakar pada kebutuhan akan sistem ekonomi yang tahan banting (resilient). Sejarah membuktikan bahwa saat krisis ekonomi global melanda, institusi keuangan syariah cenderung lebih stabil karena prinsip underlying asset—di mana setiap transaksi harus didasari oleh aset riil dan melarang spekulasi kosong. Bagi masyarakat umum, ini berarti keamanan finansial yang lebih baik. Namun bagi Gen Z, ini adalah tentang integritas. Gen Z dikenal sebagai generasi yang memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Menurut penelitian terbaru, mereka lebih memilih bekerja di perusahaan yang memiliki nilai etika yang jelas dan berkontribusi pada kesejahteraan sosial (Nasution & Aziz, 2022). MBI memfasilitasi kebutuhan ini melalui konsep Maqashid Sharia, sebuah kerangka kerja yang memastikan bisnis tidak merusak lingkungan, tidak mengeksploitasi manusia melalui sistem bunga (riba), dan selalu mengedepankan transparansi (tabligh).
“Maqashid Sharia menjadikan bisnis bukan alat eksploitasi, tetapi sarana menjaga manusia, alam, dan keadilan.”
Dr. Bambang Tutuko, S.E., M.M
Data dan Fakta: Raksasa Ekonomi Halal Global
Secara statistik, potensi industri ini sangat masif. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy Report 2023/24, pengeluaran konsumen Muslim dunia untuk sektor makanan halal, farmasi, kosmetik, gaya hidup, hingga pariwisata ramah Muslim mencapai US2,29 triliun pada tahun 2022 (DinarStandard, 2023). Angka ini diproyeksikan akan terus tumbuh hingga US3,1 triliun pada tahun 2027. Pertumbuhan ini mencerminkan tingginya permintaan akan tenaga profesional yang memahami regulasi halal dan manajemen bisnis berbasis syariah secara komprehensif.
Di Indonesia, pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia. Data dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menunjukkan bahwa indeks literasi ekonomi syariah Indonesia mengalami kenaikan signifikan, namun masih berada di level 28,01% pada akhir 2023 (KNEKS, 2024). Jarak antara “potensi pasar” yang besar dengan “literasi” yang masih rendah inilah yang menjadi peluang emas bagi lulusan MBI. Mereka akan mengisi posisi strategis sebagai konsultan halal, analis investasi syariah, hingga pengusaha muda yang mampu menembus pasar global.
Gen Z dan Digitalisasi Sharia: Perkawinan Teknologi dan Tradisi
Gen Z adalah digital natives. Mereka adalah arsitek utama dari ekosistem Islamic Fintech dan ekonomi digital masa depan. Perbankan syariah di Indonesia saat ini tidak lagi dipandang sebelah mata; asetnya terus tumbuh melampaui rata-rata perbankan nasional (Bank Indonesia, 2023). Digitalisasi perbankan syariah memungkinkan layanan keuangan yang lebih inklusif bagi masyarakat di pelosok daerah.
Dalam prodi MENBIS SEUISI, mahasiswa tidak hanya belajar hukum jual beli Islam (Muamalah), tetapi juga bagaimana mengintegrasikan teknologi seperti blockchain untuk transparansi dana zakat dan wakaf, atau penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk manajemen risiko keuangan tanpa riba (Hasan et al., 2022). Kemampuan teknis yang berpadu dengan kepatuhan syariah membuat lulusan MBI memiliki nilai tawar yang sangat tinggi di mata industri teknologi finansial.
“Manajemen Bisnis Islam adalah jalan Gen Z untuk kaya secara materi, tenang secara spiritual, dan berdampak secara sosial.”
Dr. Bambang Tutuko, S.E., M.M
Peluang Karier yang Luas: Tidak Hanya di Perbankan
Sering kali terdapat miskonsepsi bahwa lulusan Manajemen Bisnis Islam hanya akan bekerja di bank. Padahal, spektrum kariernya sangat luas:
- Industri Halal Lifestyle: Menjadi manajer di perusahaan kosmetik, mode (modest fashion), atau makanan yang membutuhkan sertifikasi dan manajemen rantai pasok halal.
- Sektor Filantropi Modern: Mengelola lembaga zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) secara profesional dan akuntabel.
- Investasi dan Pasar Modal: Menjadi analis saham syariah atau manajer investasi sukuk (obligasi syariah) yang peminatnya mencakup investor non-Muslim karena stabilitasnya (Sari & Rahman, 2021).
- Sociopreneurship: Membangun startup sosial yang menggunakan model bisnis syariah untuk memberdayakan UMKM melalui skema bagi hasil (mudharabah atau musyarakah).
Urgensi Pendidikan bagi Ketahanan Nasional
Mengapa masyarakat umum harus peduli? Karena ekonomi yang sehat dimulai dari bisnis yang sehat. Sistem ekonomi syariah mendorong sirkulasi harta agar tidak hanya berhenti pada segelintir orang kaya saja. Dengan semakin banyaknya Gen Z yang masuk ke program studi MENBIS SEUISI, Indonesia sedang mempersiapkan generasi pemimpin yang tidak hanya mengejar kekayaan pribadi, tetapi juga memikirkan bagaimana bisnisnya bisa menjadi rahmat bagi semesta alam (Rahmatan lil ‘Alamin).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia 2021-2025 menekankan pentingnya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten secara syariah untuk mendukung stabilitas sistem keuangan nasional (OJK, 2021). Tanpa pasokan lulusan dari prodi MENBIS SEUISI, akselerasi ekonomi syariah Indonesia akan terhambat oleh kurangnya tenaga ahli yang benar-benar memahami filosofi dan praktik lapangan.
Kesimpulan
Bagi Gen Z, masa depan adalah tentang dampak. Manajemen Bisnis Islam menawarkan jalan untuk meraih kesuksesan material sekaligus ketenangan spiritual. Dengan data pertumbuhan global yang impresif, dukungan penuh dari pemerintah, dan kesesuaian nilai dengan etika generasi muda, prodi ini adalah jawaban atas tantangan ekonomi masa depan. Saatnya Gen Z mengambil peran sebagai penggerak ekonomi yang berkeadilan, inklusif, dan beretika.
Daftar Pustaka
Bank Indonesia. (2023). Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah (LEKS) 2022. Jakarta: Bank Indonesia.
DinarStandard. (2023). State of the Global Islamic Economy Report 2023/24: Unlocking Opportunity. Dubai: DinarStandard.
Hasan, R., Hassan, M. K., & Aliyu, S. (2022). Fintech and Islamic Finance: Literature Review and Research Agenda. International Journal of Islamic Economics and Finance (IJIEF), 5(1), 75-94. https://www.google.com/search?q=https://doi.org/10.18196/ijief.v5i1.12781
Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah [KNEKS]. (2024). Laporan Perkembangan Ekonomi Syariah Indonesia 2023. Jakarta: KNEKS.
Nasution, A. H., & Aziz, M. A. (2022). Implementation of Islamic Business Ethics in the Digital Era: A Case Study of Generation Z Entrepreneurs in Indonesia. Journal of Islamic Economic and Business Research, 2(1), 45-60.
Otoritas Jasa Keuangan [OJK]. (2021). Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia 2021-2025. Jakarta: OJK.
Sari, P. N., & Rahman, A. (2021). The Influence of Halal Brand Image on Gen Z’s Purchase Intention: A Study in the Modest Fashion Industry. Journal of Islamic Marketing, 12(4), 882-905.