Oleh: Dr. Bambang Tutuko, CFP, IFP
- Dosen Pengampu Mata Kuliah: Manajemen Investasi dan Portofolio Syariah
- Praktisi Global Islamic Capital Market & Islamic Financial Planner
- Dekan FEB UISI
Program Studi Manajemen Bisnis Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI)

Dalam lanskap pendidikan tinggi modern, tantangan utama bagi seorang akademisi bukan lagi sekadar mentransfer pengetahuan teoritis, melainkan memastikan mahasiswa memiliki kompetensi yang selaras dengan dinamika industri global. Di Program Studi Manajemen Bisnis Islam FEB UISI, kami telah melakukan revolusi pembelajaran: bergeser dari sekadar menghafal teks menjadi pengalaman langsung di jantung pasar modal syariah secara riil.
Sinergi Strategis: Galeri Investasi BEI UISI Sejak 2016
Komitmen UISI dalam membangun literasi keuangan yang kuat didukung oleh infrastruktur yang telah mapan. Sejak tahun 2016, UISI telah menjalin kerja sama resmi dengan Bursa Efek Indonesia melalui peresmian Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GI BEI) UISI.
Eksistensi GI BEI selama hampir satu dekade ini bukan sekadar pajangan. Ia berfungsi sebagai laboratorium hidup di mana mahasiswa dapat mengakses data pasar secara real-time dan memfasilitasi pembukaan akun saham syariah resmi. Fasilitas inilah yang memungkinkan mahasiswa kami bertransformasi dari sekadar pelajar menjadi investor muda yang aktif dan teredukasi.
Praktik Riil: Antara Profit dan Kedewasaan Mengelola Risiko
Sebagai pengampu mata kuliah sekaligus praktisi di pasar modal syariah global, saya menekankan bahwa investasi bukan sekadar soal angka di layar, tapi soal mentalitas. Semester ini, mahasiswa diwajibkan membuka akun saham syariah riil dengan dana sungguhan.
Mengapa? Karena skin in the game adalah guru terbaik.
Di kelas ini, mahasiswa tidak hanya belajar cara mencari profit yang riil, tetapi yang jauh lebih penting adalah belajar mengelola risiko investasi dengan baik. Belajar dengan uang sungguhan menanamkan kedisiplinan yang tidak bisa didapatkan dari simulasi. Mereka belajar menentukan titik stop-loss, mengatur diversifikasi portofolio, dan mengelola emosi saat menghadapi fluktuasi pasar. Kami ingin membentuk investor yang tangguh dan bijak, bukan sekadar spekulan.
Strategi Komprehensif: Dari Fundamental hingga Bandarmologi
Mahasiswa dibekali dengan spektrum strategi investasi yang lengkap untuk menghadapi berbagai kondisi pasar:
- Analisis Fundamental: Membedah laporan keuangan untuk menemukan nilai intrinsik perusahaan.
- Analisis Teknikal: Menggunakan grafik dan indikator untuk membaca tren serta momentum harga.
- Saham IPO (Initial Public Offering): Strategi menganalisis peluang dan risiko pada perusahaan yang baru melantai di bursa.
- Saham Multibagger: Teknik mengidentifikasi saham dengan potensi pertumbuhan nilai hingga berlipat ganda dalam jangka panjang.
- Bandarmologi: Memahami alur akumulasi dan distribusi oleh investor besar untuk membaca arah pergerakan pasar secara lebih jernih.
Seluruh pendekatan ini diajarkan dengan kepatuhan penuh pada prinsip syariah, menjauhkan mahasiswa dari unsur maysir, gharar, dan riba.
Implementasi OBE (Outcome-Based Education) di UISI
Inovasi pembelajaran ini selaras dengan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang diterapkan di UISI. OBE menekankan pada hasil akhir atau kompetensi nyata yang dibawa mahasiswa setelah lulus.
Outcome yang kami tuju bukan sekadar nilai di transkrip akademik, melainkan kemandirian mahasiswa dalam mengambil keputusan investasi yang logis dan terukur. Kita ingin mencetak lulusan Manajemen Bisnis Islam yang fasih menggunakan perangkat profesional industri keuangan modern dan memiliki integritas sebagai perencana keuangan syariah yang handal.
Kesimpulan
Dunia investasi syariah menawarkan potensi yang masif. Melalui dukungan GI BEI yang telah eksis sejak 2016 dan praktik riil di kelas, UISI terus menjembatani celah antara teori akademik dan realitas praktisi. Pengalaman bertarung di bursa saham secara nyata akan membentuk karakter investor yang bijak, disiplin, dan siap berkontribusi bagi ekonomi syariah nasional maupun global.
Selamat berinvestasi, selamat mengelola risiko dengan penuh tanggung jawab.